Denny Siregar Minta MUI Terbitkan Fatwa Haramkan Salat Jenazah untuk Pelaku Bom Bunuh

JAMBITERKINI.COM-Pegiat Media sosial, Denny Siregar menyentil Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengecam aksi pengeboman di Gereja Katedral Makassar, pada Ahad (28/3) kemarin.

Denny Siregar mengatakan, harusnya MUI bukan saja mengecam, tetapi menerbitkan fatwa haram untuk salatkan jenazah para pelaku “Kalau cuma mengutuk aksi teror sih, gak perlu lembaga seperti @MUIPusat. Gua aja bisa. Bikin fatwa kek. Misalnya, pelaku bom bunuh diri haram dan tidak wajib jenazahnya dishalatkan. Baru kerasa MUI-nya,” tulis Denny Siregar di Tiwtter-nya, Senin (29/3).

Dia mengatakan MUI harus melakukan langkah-langkah pencegahan radikalisme, misalnya dengan menerbitkan sertifikat pagi para daih. Dia menilai, MUI punya wewenang namun tidak menjalankan kewenangan itu.

“MUI cuman bisa mengutuk, tanpa mampu mencegah terorisme itu sejak awal. Seperti melakukan sertifikasi ulama misalnya.. Mereka punya kuasa, tapi gak mampu menggunakannya. Sedih, kan?,” tutur dia.

Denny Siregar menyebut, para pelaku teror sebelum melakukan aksi, mereka akan melawati fase demi fase.

“Para pengantin itu melewati fase sebelum akhirnya menjadi bomber. Pertama terpapar, lalu radikal, baru masuk ke tahap bunuh diri pake bom. Seharusnya, mereka yang menyebut dirinya ulama di @MUIPusat sudah harus bentengi umat sebelum terpapar. Sertifikasi penceramah itu kuncinya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk bom bunuh diri yang dilakukan di depan Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Ahad (28/3) pagi.

“MUI mengutuk dengan keras tindakan pelaku peledakan bom di Makassar pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat dan telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” kata Wakil ketua umum MUI, Anwar Abbas dalam keterangannya.

Anwar menilai, bom bunuh diri tersebut tidak manusiawi dan bertentangan dengan ajaran agama. “MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku dan atau otak intelektual serta pihak-pihak yang ada di balik peristiwa ini serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji tersebut,” ujar Anwar. Anwar meminta agar kejadian ini tidak dikaitkan dengan agama tertentu.

“Di samping itu MUI juga meminta supaya masalah ini jangan di kait-kaitkan dengan agama dan atau suku tertentu di negeri ini karena hal demikian akan semakin membuat rumit dan keruhnya suasana,” ujarnya.
(jambiekpres.co.id)

x

Check Also

Ini 8 Wilayah yang Berlakukan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Diantaranya Jambi

JAMBITERKINI.COM – Sejumlah provinsi di Indonesia memberlakukan pemutihan pajak kendaraan bermotor. Pemilik mobil dan motor ...