Badai Salju Hebat Ganggu Perjalanan Liburan di AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan dan Ditunda

Badai salju berskala besar kembali mengguncang Amerika Serikat pada penghujung Desember 2025, menyebabkan gangguan signifikan pada sektor transportasi udara di tengah tingginya mobilitas pada musim liburan akhir tahun. Fenomena cuaca ekstrim ini memaksa maskapai membatalkan lebih dari 1.300 penerbangan dan menunda ribuan lainnya di sejumlah bandara utama di wilayah timur laut negara itu.

Menurut data pelacakan penerbangan dari FlightAware, gangguan akibat badai tidak hanya berdampak pada pembatalan saja tetapi juga menyebabkan sekitar 4.400 penerbangan tertunda sepanjang satu hari penuh peristiwa cuaca buruk tersebut. Situasi ini menciptakan kekacauan di beberapa bandara tersibuk di wilayah tersebut, termasuk di kawasan New York dan sekitarnya.

Badai Musim Dingin Devin: Hujan Salju, Angin Kencang, dan Perjalanan Terhambat

Badan layanan cuaca setempat, National Weather Service (NWS), telah mengeluarkan peringatan badai musim dingin untuk sebagian besar wilayah timur laut AS. Badai yang dikenal dengan nama Storm Devin membawa salju lebat, angin kencang, dan risiko jarak pandang rendah, sehingga kondisi perjalanan—baik udara maupun darat—menjadi sangat berbahaya.

Hujan salju diperkirakan akan mencapai ketebalan hingga sekitar 10 inci (25 cm) di beberapa area di New York dan negara bagian sekitarnya, termasuk Pennsylvania bagian timur, New Jersey, Connecticut, serta bagian barat Massachusetts dan Rhode Island.

Dampak Besar pada Transportasi dan Penumpang

Pembatalan dan penundaan jadwal penerbangan ini mempengaruhi perjalanan puluhan ribu penumpang yang merencanakan liburan akhir tahun atau perjalanan pulang setelah Natal. Keterlambatan ini juga memicu antrean panjang di ruang tunggu bandara dan tekanan pada layanan darat seperti transportasi umum serta hotel di sekitar bandara.

Beberapa maskapai, termasuk layanan di tiga bandara besar di New York—John F. Kennedy, LaGuardia, dan Newark Liberty International—menjadi sorotan karena tingginya jumlah pembatalan dan penundaan. Maskapai pun aktif menginformasikan pembatalan melalui sistem mereka dan memberikan opsi pengembalian biaya penuh atau reschedule tanpa biaya tambahan kepada penumpang yang terdampak.

Upaya Pemerintah dan Otoritas Bandara

Otoritas setempat bersama badan cuaca dan transportasi segera meningkatkan koordinasi penanggulangan dampak cuaca ekstrem ini. Petugas pembersih salju, penyebar garam jalan, serta upaya pembersihan landasan pacu dikerahkan lebih intensif untuk mempercepat pemulihan operasional transportasi. Namun karena badai masih berlangsung di beberapa area, pejabat pemerintah regional menghimbau warga membatasi perjalanan yang tidak mendesak sampai kondisi lebih aman.

Ekspektasi Cuaca dan Penanganan Lanjutan

Prakiraan cuaca menunjukkan badai musim dingin ini kemungkinan masih akan membawa kondisi cuaca berat dalam beberapa hari ke depan, dengan ancaman penumpukan salju dan risiko licin di jalan raya. National Weather Service memperingatkan agar pengendara tetap waspada terhadap risiko kecelakaan di jalan serta dampak Badai Devin terhadap jaringan listrik dan layanan publik di beberapa kawasan.

x

Check Also

137 Ribu Anak dan Ibu Hamil di Gaza Hadapi Risiko Malnutrisi Hingga April

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengeluarkan peringatan serius terkait ancaman malnutrisi akut yang mengintai ...