Naik Lagi, Ini Daftar Harga TBS Sawit Riau Sepekan ke Depan

JAMBITERKINI — Harga Tandan Buah Segar [TBS] sawit di Provinsi Riau untuk sepekan ke depan mengalami kenaikan harga, disebabkan harga CPO Malaysia masih bergerak positif.

Menurut Kabid Promosi dan Pemasaran, Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja, harga TBS sawit Riau periode 17-23 Maret 2021 mengalami kenaikkan pada setiap kelompok umur kelapa sawit.

Adapun jumlah kenaikan tertinggi terlihat pada kelompok usia 10-20 tahun Rp73,50 per kilogram atau mencapai 3,18% dari harga minggu lalu.

“Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp2.384,26 per kilogram,” jelasnya.

Tingkat Kepercayaan Asing Membaik, IHSG Berpotensi Menguat Pada Sesi Buka Pagi Ini

Naik Lagi, Ini Daftar Harga TBS Sawit Riau untuk Sepekan Kedepan
Berikut ini daftar harga TBS sawit di Riau berlaku untuk sepakan ke depan:

Umur 3 tahun – Rp1.771,15
Umur 4 tahun – Rp1.913,43
Umur 5 tahun – Rp2.085,77
Umur 6 tahun – Rp2.135,16
Umur 7 tahun – Rp2.218,43
Umur 8 tahun – Rp2.279,08
Umur 9 tahun – Rp2.331,01
Umur 10-20 tahun – Rp2.384,26
Umur 21 tahun – Rp2.285,96
Umur 22 tahun – Rp2.274,83
Umur 23 tahun – Rp2.265,56
Umur 24 tahun – Rp2.172,83
Umur 25 tahun – Rp2.121,82
Indeks K: 89,71%
Harga CPO Rp10.337,55
Harga Kernel Rp7.349,06
Defris menjelaskan, naiknya harga TBS minggu ini karena harga minyak sawit mentah atau CPO Malaysia masih menunjukkan kenaikan pada perdagangan perdana pekan ini, Senin 15 Maret 2021.

Berbagai sentimen positif masih menjadi pendorong utama kenaikan harga minyak nabati ini. Harga kontrak berjangka CPO yang aktif ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange naik 0,3% ke RM 4.141/ton.

Sepanjang minggu lalu, harga CPO di Bursa Malaysia meroket 10,26% secara point-to-point. Ini merupakan kenaikan mingguan tertinggi sejak September 2015.

Pada perdagangan akhir pekan, harga CPO berada di RM 4.125/ton, tertinggi sepanjang sejarah. Pasokan yang berkurang membuat harga CPO terkerek.

Dia menambahkan, Malaysian Palm Oil Board mencatat produksi CPO Negeri Harimau Malaya pada Februari 2021 adalah 1,1 juta ton. Turun 1,85% dibandingkan bulan sebelumnya dan 14,19% dari periode yang sama tahun lalu.

Bernama melaporkan, Malaysia dan Arab Saudi tengah melangsungkan negosiasi seputar pembelian CPO. Tahun lalu, Arab Saudi mengimpor 300 ribu ton CPO dari Malaysia dan rencananya akan naik menjadi 500 ribu ton dalam waktu dekat.

Faktor lain yang membuat harga CPO melesat adalah kenaikan harga minyak mentah. CPO merupakan salah satu bahan dasar pembuatan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif minyak.

“Terkait biodiesel, setelah pelaksanaan program biodiesel B20 di Negeri Jiran tertunda, ada kabar yang menyebut bahwa program tersebut akan dimulai bulan Juni tahun ini,” tambahnya. (Bertuahpos.com)

 

x

Check Also

Jambi Laporkan Angka Sembuh Lebih Tinggi dari Kasus Baru Covid-19 per 25 Februari 2021

JAMBITERKINI-Data harian sebaran Covid-19 menunjukkan ada 18 provinsi dengan angka sembuh lebih tinggi dari kasus ...